just as i promised,,

Segalanya dimulai disini,

tarikan nafas,

tanpa kata-kata,

tak berkedip.

Alun denting lonceng beriring,

bayang melintas,

rintik grimis menyapu ukiran.

Ukiran kata

tak kunjung hilang,

delik yang tajam,

tawa yang singkat,

segalanya.

Kan kusambut untaian,

perih, dengki, tangis dan rintih.

hitam yang berasal dari putih,

untuk menjalin semua.

Karna badai tak kunjung reda,

dan lapang tak slalu lega.

Sanggupkah aku?

Saat jenuh itu tiba,

selenting nada yang sayup ini,

segalanya akan berakhir disini.

___________________________________________________–

Kisah Untuk Anjingku

by SaRa

————————————

how do u think?

it’s not a really good poem,,

like i said, it’s more like love letter than a poem

hahaha

well, that’s it,,

Hmmmmp 

-SaRa-

Leave a Reply